Personal Selling
Awalnya kami memperkenalkan Omah Wedangan kepada famili dan koneksi terdekat kami, dengan harapan nantinya kualitas Omah Wedangan dapat dikenal oleh masyarakat luas dari mulut ke mulut.
Brosur dan Pamflet/Liflet
Metode pemasaran ini menjadi metode pemasaran kami yang utama. Kami bisa menyebarkan Brosur dan Liflet di tempat-tempat nongkrong anak muda, kampus, ataupun di daerah perkantoran.
Advertising/Iklan
Kami akan mempromosikan Omah Wedangan di Website maupun Blog yang telah lebih dahulu kami buat. Dengan melihat website kami, konsumen dapat melihat menu apa saja yang kami sediakan serta fasilitas apa saja yang mendukung kenyamanan bersantap di Omah Wedangan.
Strategi Penentuan Harga
Kami akan melakukan penetrasi harga dengan cara pada awal dibukanya usaha ini, kami akan mengadakan beberapa promosi atau soft opening program. dimana nantinya akan ada diskon 50 persen selama bulan promo. Nantinya kami akan memberikan juga diskon atau souvenir kepada customer setia, yang mana setelah pemakaian akumulasi 25 jam akan diberikan diskon 15 persen atau mendapatkan souvenir cantik.
Tampilkan postingan dengan label Marketing Plan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing Plan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Agustus 2010
Produk dan Harga
Produk
Keunggulan angkringan di tempat kami adalah menyediakan tempat makan dan minum sekaligus hangout yang enak, nyaman, namun dengan harga yang terjangkau serta rasa dan suasana yang berbeda dengan angkringan di tempat lain. Omah Wedangan merupakan perwujudan Angkringan atau HIK dengan konsep modern. Makanan dan minuman yang disajikan merupakan cita rasa asli Indonesia.
Harga
Harga yang kami tawarkan layaknya harga makanan dan minuman yang ada di Angkringan atau Wedangan biasa, yaitu berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 7.000.
Keunggulan angkringan di tempat kami adalah menyediakan tempat makan dan minum sekaligus hangout yang enak, nyaman, namun dengan harga yang terjangkau serta rasa dan suasana yang berbeda dengan angkringan di tempat lain. Omah Wedangan merupakan perwujudan Angkringan atau HIK dengan konsep modern. Makanan dan minuman yang disajikan merupakan cita rasa asli Indonesia.
Harga
Harga yang kami tawarkan layaknya harga makanan dan minuman yang ada di Angkringan atau Wedangan biasa, yaitu berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 7.000.
Minggu, 10 Januari 2010
segmen pasar

Ide bisnis kami mempunyai segmen pasar anak muda khususnya mahasiswa. Dewasa ini, anak muda khususnya mahasiswa dituntut untuk belajar lebih keras sehingga tidak ada waktu untuk bersantai, karena persaingan kerja yang semakin ketat menuntut para mahasiswa untuk bersaing memperebutkan nilai terbaik guna mendapatkan posisi kerja yang terbaik. Dengan memperhatikan kebiasaan anak muda yang seperti ini, kami melihat sebuah peluang investasi yang cukup menjanjikan dari ide bisnis yang kami pilih. Dimana ide bisnis ini menawarkan tempat untuk beristirahat, menghilangkan kepenatan, nongkrong dan bersosialisasi dengan teman.
Di samping karena kebiasaan yang ada, pertimbangan kami memilih anak muda khususnya mahasiswa sebagai segmen pasar karena segmen pasar ini belum banyak digarap oleh pelaku bisnis lain dan segmen pasar ini sangat potensial jika dilihat dari jumlah dan perilaku konsumen sendiri. Kabar dari mulut ke mulut dan kebiasaan membentuk komunitas diantara kalangan anak muda adalah perilaku konsumen yang kami lihat sebagai poin positif.
Kebanyakan dari pelaku-pelaku bisnis yang mempunyai bisnis yang hampir sama dengan ide bisnis kami, memilih segmen pasar pekerja atau sekarang lebih popular dengan eksekutif muda. Bisnis dengan segmen pasar eksekutif muda banyak berkembang di perkotaan, dimana banyaknya perkantoran dan pusat perbelanjaan. Mereka melihat segmen pasar ini memiliki daya beli lebih, sehingga akan memberi profit yang lebih pula.
Di Indonesia, kebiasaan kongkow atau nongkrong sebenarnya juga biasa dilakukan di warung-warung pinggir jalan, dengan harga segelas kopi tak lebih dari Rp 2.000. Namun tentu saja dilakukan oleh masyarakat kelas bawah. Kebiasaan ngobrol di kafe-kafe pinggir jalan bahkan sudah lama menjadi kebiasaan orang Perancis. Setelah nongkrong (biasa sambil ngopi) menjadi tren gaya hidup kosmopolitan, pengusaha dan pengelola pusat perbelanjaan yang jeli melihat peluang, kini mulai berinovasi untuk menarik pengunjung.
Langganan:
Postingan (Atom)